3 hal tentang cinta

cinta merupakan fitrah yang Allah swt karuniakan kepada makhluknya, terutama manusia.

oleh karena itu, rasa cinta yang timbul di dalam diri seorang manusia tak perlulah dicegah atau dibendung. barangkali bahasa yang lebih tepatnya, adalah dikendalikan. Rasa cinta perlu dikendalikan sehingga ia tetap menjadi sebuah fitrah yang mengandung berkah dan ridho dari Allah swt. karena saat rasa cinta itu dibiarkan bebas, maka ia akan berkeliaran tanpa terkendali dan akan berbalik menjadi mengendalikan manusia itu sendiri.

Menurut Ibn Qayyim al Jauzy, ada tiga hal yang menjadikan rasa cinta itu muncul.

pertama, adalah adanya hal istimewa yang terdapat pada sesuatu (misalnya hal istimewa pada seseorang, entah sikapnya, fisiknya, atau hal lainnya). perlu dipahami bahwa setiap manusia pada dasarnya memiliki keistimewaan, apapun bentuk keistimewaan itu, pasti setiap manusia memilikinya dan biasanya bersifat spesifik.

kedua, adalah adanya perhatian pada hal istimewa sebagaimana yang disebutkan pada poin yang pertama. Perhatian ini muncul dari sesuatu yang berbeda (dari orang yang berbeda terhadap orang yang memiliki hal istimewa tersebut).

ketiga, adalah adanya interaksi antara keduanya (hal istimewa bertemu dengan perhatian terhadap hal istimewa tersebut).

sebagai ilustrasi, kita ambil contoh pada manusia. katakanlah ada seorang manusia yang memiliki keistimewaan pada akhlaknya. keistimewaan manusia pertama ini mendapat perhatian dari manusia kedua. lalu, interaksi terbentuk di antara keduanya, misalnya keduanya berada dalam satu divisi yang sama di dalam lingkungan pekerjaan yang dijalaninya. maka, kondisi ini akan sangat berpotensi menimbulkan rasa cinta di antara keduanya terutama rasa cinta yang timbul pada manusia kedua terhadap manusia pertama.

lantas, apakah rasa cinta ini salah?

tentu tidak, seperti yang telah diulas di atas bahwa rasa cinta merupakan fitrah yang Allah berikan kepada setiap makhluknya. Kesalahan yang mungkin muncul, adalah ketidaktepatan dalam menanggapi rasa cinta.

jika kita cinta pada seseorang, itu bukan cinta tetapi kagum. jika kita cinta karena Allah, itulah cinta. cinta yang sesungguhnya.

Bagaimana kita tahu bahwa cinta kita adalah cinta karena Allah yang sarat akan ridho-Nya ?

manusia dikirim ke bumi ini dalam rangka menegakkan agama Allah. setiap usaha yang bertujuan untuk itu, maka Allah akan menurunkan segala bantuan untuk menolongnya. apapun itu. termasuk segala hal yang terjadi pada diri kita. misalnya jika kita niatkan belajar kita, sekolah kita, penelitian kita adalah karena Allah dan dalam rangka upaya penegakkan agama-Nya, maka insya Allah pertolongan dari-Nya akan datang. Pun demikian halnya dengan rasa cinta. andaikan cinta yang muncul ini karena Allah, dan kita niatkan dalam rangka ibada kepada-Nya, maka rasanya tidak mungkin Allah tidak menurunkan pertolongan-Nya. itulah tanda bahwa cinta kita karena Allah.

Maka rasa cinta itu memang perlu dikendalikan, disesuaikan dengan tuntunan yang Allah ajarkan kepada kita melalui Rasul-Nya.

wallahualam bisshawwab.

inspired by Ibn Qayyim Al Jauzy

About rahadiansunandar

mendapat kesempatan untuk menikmati pendidikan di TF ITB 2005-2010. sekarang sedang meniti karir di salah satu perusahaan minyak nasional terbesar di negeri tercinta Indonesia.
This entry was posted in self development, semangat pagi !. Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s