SISTEM PENGAMANAN INDUSTRI PROSES

Teknologi instrumentasi tak hanya mengangani permasalahan sistem proses, namun pada saat ini teknologi instrumentasi juga berperan penting dalam sistem pengamanan (safety).
Sistem instrumentasi yang khusus menangani hal ini biasa dinamakan SIS (Safety Instrumented System). SIS dirancang terpisah dari sistem yang mengontrol suatu proses (BPCS/Basic Process Control System), meskipun demikian, hal ini baru sebatas anjuran (bukan merupakan sebuah kode industri).
Alasan pemisahan kedua sistem ini, adalah untuk mengatasi kegagalan SIS ketika BPCS bermasalah. Misalnya, saat BPCS mengalami error dalam sistem sehingga tak berfungsi dengan baik, maka SIS akan ikut terganggu jika sistem ini tegabung dengan BPCS. Padalah peran SIS sangat vital dalam mencegah bencana yang akan terjadi saat proses mencapai titik bahaya.
Secara umum, sistem pengamanan proses terbagi menjadi beberapa tahap (safety layers) dengan SIS merupakan salah satu dari layers tersebut.
Tahap pengamanan pertama, adalah BPCS itu sendiri. BPCS diberi kemampuan untuk menjaga agar kondisi proses tetap berada di daerah aman, yaitu di daerah process set point. Ketika kondisi ini terlampaui, maka sistem alarm akan aktif. Kondisi ini biasa dinamakan high condotion. Sistem alarm ada yang tergabung dengan BPCS dan ada pula yang independen terhadap BPCS.
Ketika BPCS tak mampu mengatasi permasalahan ini (kondisi bahaya proses terus meningkat), maka sistem pengaman selanjutnya akan aktif.
Sistem pengamanan kedua, adalah Emergency Shut Down System (ESD System). Sistem ini memiliki kemampuan memberhentikan proses meskipun sedang dikendalikan BPCS. Tugas sistem ini sebenarnya cukup sederhana, yaitu ketika kondisi mencapai tingkat HH (high high), maka sistem ESD akan menginterupsi BPCS dan menghentikan proses yang sedang berjalan. ESD inilah yang dinamakan SIS. Oleh karena itu, ESD berdiri secara independen terhadap BPCS.
Jika sistem ESD tak mempu menanggulangi permasalahan, maka layer ketiga akan berperan. Layer ketiga, adalah pengamanan secara mekanik, yaitu melalui PSV (Pressure Safety Valve). PSV, adalah valve yang dirancang khusus untuk sistem pengamanan proses. PSV berperan sebagai instrumen yang dapat mengurangi tekanan ketika proses berada dalam kondisi bahaya. Karean jika tekanan di dalam proses tidak direduksi maka akan berpotensi terjadi ledakan. Metode reduksi tekanan dilakukan dengan jalan mengeluarkan udara yang berada di dalam vesel atau pun yang berada di sepanjang pipa saluran proses.
Jika PSV tak cukup untuk mencegah terjadinya bahaya (ledakan), maka ledakan dipastikan akan terjadi. Meskipun demikian, sistem pengamanan tak berhenti sampai di sana. Untuk mencegah dampak yang lebih buruk, maka indusri biasanya melengkapi process plant dengan selubung (dinding) yang cukup kuat agar ledakannya yang mungkin akan terjadi tidak menimbulkan dampak buruk yang lebih luas. Dinding ini berperan untuk melokalisasi kondisi bahaya.
Begitulah sistem pengamanan di industri secara umum. Pada intinya perlindungan dapat dibagai, yaitu perlindungan secara instrumentasi dan perlindungan secara mekanik.

About rahadiansunandar

mendapat kesempatan untuk menikmati pendidikan di TF ITB 2005-2010. sekarang sedang meniti karir di salah satu perusahaan minyak nasional terbesar di negeri tercinta Indonesia.
This entry was posted in populer. Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s