Chapter #5 : Bored Virus, Analyzer, Train

acd-wallpaper1

Train PTB

Bored-virus suspect
Memasuki hari kelima di Bontang atau hari keempat menjelajahi PTB. Berkaca pada masalah yang sedang terjadi di pabrik, sepertinya hari ini tidak akan jauh berbeda dengan hari kemarin. Mas Defta pasti masih sibuk membereskan masalah yang sedang terjadi pun jua dengan para pegawai di instrument section. Namun demikian kami tetap harus keluar mencari sesuap ilmu meskipun terlihat akan membosankan.

Pagi hari seperti biasanya kami berangkat dari apartemen menuju lokasi. Kali ini tujuan kami langsung ke perpustakaan instrumen. Sejak pagi kami di sana (with highly-highly bored…), seperti orang rajin (keliatannya doang…) padahal dalam hatiku sudah ingin berontak, ingin rasanya berkeliling kesana-kemari. Tak ada yang mengawali untuk mengambil inisiatif keluar dari kondisi ini sampai akhirnya aku coba memberanikan diri. Sebagai permulaan, aku coba bertanya perihal satu bagian dari perpustakaan ini yang sejak awal kami datang selalu dikunci. Aku bertanya pada Pak Agus apakah bagian tersebut bisa kami manfaatkan. Mm… ternyata mudah saja, tinggal dibuka maka isi lemari tersebut bisa kami baca. Yup, sesuai dugaanku bahwa di bagian ini tredapat buku yang lebih “bersahabat” untuk dibaca dibandingkan dengan bacaan yang selama ini kami temui yang sebagian isinya adalah data-data pabrik, gambar teknik, dokumntasi, dan data produk.

Ada beberapa buku yang menarik perhatianku, seperti buku tentang kontrol, kromatografi, PLC, DCS, dll. Buku-buku yang sepertinya tak asing di telinga.

Aku ambil beberapa, tentang kromatografi dan kontrol industri. Baca-baca sebentar lalu kebosanan itu kembali menghantui. Masuk dari pori-pori kulit lalu memasukki pembuluh darah hingga bercampur dengan sel-sel darah dan seketika itu juga sudah menguasai seluruh bagian tubuh termasuk pikiran. Virus kebosanan itu masuk secara perlahan ke dalam tubuh namun setelah berada di dalam, begitu cepatnya virus tersebut mengambil alih kendali tubuh ini.

Still in condition of  bored-virus suspect. Tak lama kemudian datanglah seorang yang sepertinya telah aku kenal, ow… ternyata Pak Iwan, salah satu pegawai di seksi ini, yang berasala dari Kiara Condong. Bincang-bincang cukup panjang dengan beliau tentang berbagai hal. Hingga akhirnya beliau menawarkan diri untuk menjelaskan tentang instrument analyzer karena ternyata sebelum menjadi asisten sipervisor beliau pernah cukup lama di bagian analyzer. Wah… kesempatan nih.. daripada duduk-duduk ga jelas, bolak-balik ambil bacaan terus dikembaliin terus diambil lagi. Kalo cuma studi literatur mah di tempat kuliah juga bisa, coy.

Setelah urusan Pak Iwan selesai, aku memberanikan diri menemui beliau di ruangannya lalu menanyakan perihal penawarannya tadi. Tak banyak bicara lagi aku ajak teman yang lainnya sedangkan Pak Iwan mempersiapkan presentasinya. Satu jam lebih kami berdiskusi tentang alat ini. Beliau menjelaskan secara garis besar sambil menjawab pertanyaan-pertanyaan dari kami.

Instrument analyzer
Berawal dari filosofi instrumen, yang menyatakan bahwa ada empat fungsi dasar keberadaan sebuah instrumen, yaitu sebagai alat pengamanan, alat ukur, alat kontrol, dan alat analisis. Fungsi pertama adalah yang paling penting. Bukan bagian ini yang akan dikelaskan, melainkan bagian alat analisis.

Instrument analyzer berperan dalam menjaga kualitas produk yang dihasilkan. Selidik punya selidik, ternyata LNG yang berasal dari PTB merupakan yang terbaik di antara LNG yang dihasilkan dari perusahaan lain. Untuk itu, peran instrumen ini begitu penting.

Pada dasarnya, prinsip isntrumen ini adalah membandingkan sampel uji dengan komponen standar yang telah ditentukan. Sampel uji masuk lewat salah satu bagian yang dinamakan kolom. Pada bagian ini sampel akan terpisah berdasarkan komponen penyusunnya. Setelah terpisah, tiap komponen akan dibandingkan dengan komponen standar setelah itu akan diperoleh susunan atau komposisi sampel uji. Hasil yang diperoleh manjadi acuan untuk menentukan kualitas produk yang dihasilkan. Ketika komposisinya ternyata tidak sesuai dengan ketentuan, maka produk akan dibuang dan proses kembali ke awal.

Pemakaian instrument analyzer ada dua macam, yaitu metode offline dan online. Metode online, artinya instrumen mangukur sampel gas secara langsung di lapangan. Proses pengukuran berlangsung cepat namun hasil yang diperoleh kurang spesifik karena hasilnya hanya berupa perhitungan kasar. Metode kedua adalah offline, yaitu mengukur sampel di laboratorium. Para petugas lab mengambil sampel secara menual pada periode tertentu untuk dilakukan pengukuran secara lebih detil. Periode pengambilan sampel tentu saja lebih lama daripada metode online namun hasil pengukurannya lebih akurat.

Ketika terdeteksi bahwa sample tidak sesuai dengan ketentuan, maka hasil pengukuran instrumen inline akan dibandingkan dengan hasil uji instrumen offline untuk mendapatkan kepastian. Setelah diperpleh hasil dari keduanya, maka langkah selanjutnya bisa dilakukan (proses diulang atau tetap dilanjutkan).

Beberapa komponen yang biasa dianalisis, adalah karbon dioksida, amonia, butana, metana, propana, dan air. Setiap kompenen dianalisis dengan instrumen yang berbeda sesuai dengan fungsinya.

Waduh… gak kerasa sudah pukul 11 lewat. Petugas shuttle sudah menjemput, rekan-rekan PKL yang lain sudah menunggu di shuttle. Ok, terima kasih Pak sudah menjadi solusi di kala kebosanan melanda, menjadi pelepas dahaga di tengah  kekeringan aktivitas, menjadi cahaya lilin di tengah  kegelapan ilmu, menjadi sinar mentari di tengah mendung harapan, menjadi Laplace di tengah kebingungan formula matematis, menjadi Einstein di tengah putusnya hubungan massa dan energi, menjadi MatLab di tengah kerumitan analitis, menjadi Schrodinger yang membuka tabir Fisika kuantum, menjadi Maxwell yang menjawab permasalahan medan listrik dan magnet, yaa… pokoknya terima kasih sudah mau berbagi ilmu dan mulai membuka cakrawala kami mengenai instrumen. Semoga tak bosan untuk berbagi ilmu kembali.

Mm… masih ada waktu untuk makan siang. Solat Jumat di masjid utama PTB, Al Kautsar. Subhanallah…… besar banget, bersih pula, rapi, tertib. Masuk ke ruang utama, bertambah lagi kekagumanku. Karpetnya bo, tebel banget, abis capek berkegiatan terus duduk di karpetnya, set…. labgsung switch to sleep mode. Nyamaa…n.

Reup… beunta…reup… beunta (bahasa sunda untuk tidur… bangun…tidur…bangun..), ga keresa khutbah Jumat udah mo beres. Langsung solat terus kembali ke apartemen.

13.30 shuttle sudah nongkrong di depan apartemen, siap mengantar kami ke kantor, hehe.. sekarang udah punya kantor.

Berkunjung ke train
Kami bertiga menuju instrumen (lagi-lagi). Tapi kali ini bukan untuk ke perpustakaan untuk studi literatur melainkan manuju ruang analzer untuk meminta penjelasan lebih lanjut tentang instrument analyzer. Kami bertemu dengan Pak Budi dan Pak Soetris. Kali ini yang menjelaskan adalah Pak Budi Miharja. Aku katakan bahwa Pak Iwan sudah memberikan pendahuluan tentang analyzer (maksudku supaya beliau tahu status pengetahuan kami).

Pak Budi menjelaskan cukup detil tentang alat ini bahkan beliau mengajak kami melihat langsung online analyzer yang berada di train. Wuih….. ide bagus tuh… akhirnya ada kesempatan juga masuk ke train.

Setelah mempersiapkan semua safety aquipment, kami langsung berangkat menuju train. Cukup dengan berjalan kaki, dengan langkah pasti dan penuh kebanggaan disertai rasa penasaran yang tak terbendung. Dekat…dekat…. semakin dekat. Melewati sistem keamanan yang ketat. Akhirnya aku melihat untuk pertama kalinya jantung proses yang terjadi di PT Badak ini. Wuih…. rasa kaagum yang tak bisa ditutup-tutupi. Mirip wong deso yang baru masuk kota. Celingak-celinguk sana-sini. Padalah di sekeliling hanya ada pipa-pipa baja, cerobong uap, dan ruang kontrol tapi entah mengapa virus kekaguman ini terasa menguasai seluruh aliran darah, masuk ke setiap jaringan dan menguasai pikiran.

Sesekali Pak Budi menjelaskan proses yang berlangsung di train ini. Ketika sampai pada suatu ruang kecil, kami berhenti lalu masuk ke ruang tersebut. Ow… ternyata analyzer yang kami cari bersembunyi di sini. Pak Budi memberikan sedikit penjelasan tentang beberapa bagian. Oh, iya selama di train, kita harus memakai ear plug yang berguna untuk mencegah kebisingan pabrik mengganggu sistem pendengaran. Namun efek sampinya komunikasi pun jadi terganggu. Untuk berbicara pada orang lain, kita harus mendekatkan mulut kita pada orang yang bersangkutan, itupun masih harus berteriak. Wah…. sulit. Hal ini memang cukup mengganggu komunikasi kami, tapi ilmu yang didapat lumayan lah.

Pabrik ini terdiri atas 8 train dan setiap train terdiri atas banyak plant. Setiap proses di dalam satu train independen terhadap train lainnya. Setiap plant di dalam suatu train menjalankan fungsinya tersendiri namun berkaitan dengan plant lainnya. Fungsi pembersihan gas alam hingga pendinginan dan pencairan dilakukan sekelompok plant secara gotong royong. Analyer berada pada salah satu plant dan tersebar di semua train.

Ada beberapa istilah yang tak asing di telingaku. Heat exchanger, turbin, dan kompresor. Yup, di tempat ini aku melihat kompresor segede gajah (bahkan lebih besar lagi). Kompresor ini dikelilingi air yang membeku karena dinginnya kompresor. Entah berapa daya yang diperlukan kompresor ini, yang jelas daya di lab TKL ga akan cukup buat menggerakkan kompresor ini. Salah satu manfaat pembersihan CO2¬ dan komponen pengotor lainnya dari gas alam adalah agar tidak merusak kompresor ini. selain itu juga agar tidak membeku ketika berada di dalam pipa karena suhunya bisa mencapai -169 oC. Jika CO2¬ dan H2O tetap berada di dalam gas alam, maka akan membeku di dalam pipa sehingga akan merusak pipa itu sendiri.

Sip, pencarian ilmu dilanjutkan dengan Pak Soetris. Kali ini kita belajar tentang konsep dasar aplikasi instrumen di dunia industri. Sebagai pembuka, ia bertanya tentang open loop dan close loop control. Lalu aku jawab sejauh yang aku tahu. Setelah itu beliau menambahkan jawabanku dengan jawaban yang lebih aplikatif.

Contoh yang diambil adalah pengukuran kecepatan fluida. Untuk merancang instrumen pengukuran ini, maka kita memerlukan orifice di awal sistem, lalu hasil dari orifice masuk  menjadi data di dalam elemen kontrol (misalnya DCS). Selanjutnya data dari DCS dikonfersi ke dalam besaran listrik (I/P converter) setelah itu masuk ke aktuator, misalnya valve. Itulah model sederhana instrumen di dalam suatu industri. Selain membahas tentang isntrumen, beliau juga membahas tentang sinyal standar untuk arus dan sinyal standar penumatik. Mmm… ternyata baru aku sadari kegunaan ilmu yang aku peroleh di bangku kuliah.

Waduh… ga kerasa sudah pukul 5 sore. Its time to go back to apartement. Ok, thaks a lot Mr. Soetris and Mr. Budi, see u next time.

Ck…ck..ck… pengalaman hari ini sungguh mengesankan. Untuk pertama kalinya aku masuk ke pabrik sebenarnya. Instrumen proses dari jarak dekat. Amazing….. ¬

About rahadiansunandar

mendapat kesempatan untuk menikmati pendidikan di TF ITB 2005-2010. sekarang sedang meniti karir di salah satu perusahaan minyak nasional terbesar di negeri tercinta Indonesia.
This entry was posted in Uncategorized. Bookmark the permalink.

2 Responses to Chapter #5 : Bored Virus, Analyzer, Train

  1. abud says:

    what a beautiful day, right? alhamdulillah, pengalaman yg berharga yg patut disyukuri. Insyaallah nanti gantian saya yang akan terkagum saat masuk masuk ke pabrikmu nanti. tapi biar ga kena virus kagum, saya akn siapkan vaksinnya sekarang. Saya mendo’akan agar antum bisa membuat senyum yang massif bagi Indonesia. Amiin

    • rahadiansunandar says:

      everyday is a beautiful day and everyday is a lovely day.
      karena saya ga selalu mendapat apa yg saya sukai, maka saya mencoba selalu menyukai apa yg saya dapatkan.

      thx, bud.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s