Chapter 4 : ESD-EDP

Chapter 4
Karena terlalu lelah berenang sehari sebelumnya, aku sedikit sulit bangun hari ini. Tapi tidak terlalu kesiangan.

Masih seperti biasa, sarapan ga pernah terlewat sebelum pergi menuju lokasi. Hari ini tujuannya berbeda dari biasanya. Bukan lagi ke training section tapi langsung menuju instrument section. Rencananya hari ini akan menuju zone 1, berkunjung ke beberapa train  dan plant.

Pukul 7 lewat kami sudah sampai di instrument section lalu menuju ruangan mas Defta. Menunggu cukup lama, sekitar 2 jam. Belum ada kabar tentang nasib kami. Tak lama kemudian seorang pegawak yang sepertinya kami telah berkenalan sebelumnya datang menghampiri kami. Oh, iya ternyata dia adalah pegawai di workshop. Beliau mengatakan bahwa Pak Defta bekerja hingga larut malam sehingga harus istirahat dahulu sebelum melanjutkan  pekerjaannya kembali. Aturan di perusahaan ini memang demikian, bahwa seorang pegawai harus istirahat dulu selama sekitar seetngah hari setelah lembur sebelum ia melanjutkan pekerjaannya. Mm… berperikemanusiaan juga ya..

ESD dan EDP
Ternyata semalam terjadi permasalahan cukup besar menimpa beberapa train. Sistem ESD dan EDP aktif sedangkan penyebabnya belum diketahui. Oleh karena itu para pegawai yang terkait dengan train tersebut tengah sibuk mengatasi permasalahan itu.

ESD atau Emergency Shut Down, adalah sustu sistem yang dirancang untuk mengatasi permasalahan fatal yang terjadi. Ketika ESD aktif, jalannya proses terhenti, gas yang telah masuk ke salah satu plant tidak diteruskan ke plant selanjutnya melainkan tetap ditahan dan dikunci atau pun dibuang ke udara luar dan dibakar jika gas tersebut sudah tidak berbahaya. Kerika proses ini terhenti, artinya produksi berhenti. Oleh karena itu ESD alert memang trejadi ketika kondisi sudah sangat gawat sehingga proses harus dihentikan secara terpaksa.

Mm… baru aku ingat bahwa pada malam sebelumnya terlihat api yang begitu besar berasal dari daerah sekitar train. Apinya benar-benar besar. Ternyata api yang begitu besat itu terjadi karena gas yang dibuang lebih banyak dari biasanya. Pembuangan gas ini sebagai bagian dari sistem ESD. Tak terbayang berapa kerugian yang dilami ketika kondisi ESD aktif ini terjadi.

Selain ESD, ada juga sistem pengaman lain yang dinamakan EDP atau Emergency DePressurize. Sistem EDP aktif ketika terjadi kasus kelebihan tekanan pada  plant sehingga tekanan harus diturunkan (depressurze) dengan cara membuang sebagian gas. Lagi-lagi ketika kondisi ini terjadi, gas yang dibuang lebih banyak daripada biasanya dan kerugian pun akan dialami perusahaan.

Katika kedua sistem ini aktif, perusahaan memang mengalami kerugian yang tidak sedikit. Namun hal ini tentu telah diperhitungkan sebelumnya. Seandainya sistem ini tak ada, maka kerugian yang ditanggung boleh jadi akan lebih besar lagi atau bahkan bisa mengancam keberlagsungan produksi selamanya.

Baru saja kami bebicara sebentar tentang ESD dan EDP ini dengan mas Defta , eh.. malam harinya jadi kenyataan. Memang, kondisi di lapangan sangat sulit diduga. Oleh karena itu, setiap pegawai di PT Badak harus siap 24 jam sehari dan 7 hari seminggu untuk mendapat penggilan dari perusahaan ketika ia memang sangat dibutuhkan meskipun ia sedang dalam kondisi cuti. Salah satu kontrak kerjanya menyatakan hal tersebut. Ck…ck… berat juga ya..

Kondisi ini membuat kami berada dalam kondisi tak jelas, karena kami tidak tahu harus berbuat apa. Di satu sisi banyak hal yang ingin kami pelajari termasuk aku sendiri ingin mengetahui kondisi yang sedang terjadi saat itu (ESD dan EDP) karena kondisi itu sangat jarang terjadi. Namun di sisi lain apa daya kami, belum banyak hal yang kami ketahui di tempat ini, maklum lah baru juga 3 hari. So, ya… sudah lah kita ke perustakaan saja.

Selama di perpustakaan sepertinya tidak terlalu enak. Keliling2 nyari buku atau bahan bacaan lainnya. Masuk ke bagian makalah mahasiswa, makalah yang dibuat mahasiswa yang pernah KP di PTB. Karena pada malam sebelumnya kami sudah sepakat untuk bagi-bagi tugas dan aku memilih mendalami analyzer, maka bahan bacaan analyzer yang aku cari. Ada beberapa makalah yang bisa menjadi bahan referensi dan contoh tentang topik ini. aku baca baik-baik dari satu makalah ke makalah lainnya. Lama-lama bosen juga karena ternyata yang dibahas sangat mirip. Konsp dasar tentang analyzer sepertinya sudah aku dapat. Ya… intinya ada pada prinsip kromatografi.

Proses kromatografi terjadi ketika terdapat suatu larutan yang terdiri atas beberapa komponen yang menyusunnya., maka setiap komponen akan memiliki kondisi yang berbeda dalam hal status diam dan status bergerak. Larutan yang akan dipisahkan berdasarkan komponen penyusunnya, dipaksa memasukki suatu saluran tertentu yang kita namakan kolom. Larutan masuk ke kolom dengan bantuan gas pembawa yang tak akan bereaksi dengan larutan yang akan kita uji. Larutan yang sudah masuk ke dalam kolom akan mengalami pemisahan berdasarkan kondisi diam dan bergerak. Komponen yang memiliki gaya tarik atom yang kuat akan lebih lambat ketika bergerak sedangkan komponen yang miliki gaya tarik yang lemah akan bergerak lebih cepat. Oleh karena itu secara perlaha larutan tersebuat akan terpisah berdasarkan kkomponen penyusunnya. Komponen berat biasanya memiliki gaya tarik yang lebih kuat daripada komponen yang ringan.

Semaik lama, semakin terasa kebosanannya. Tapi, untunglah ada beberapa pegawai yang mau diajak bicara di tengah kesibukan mereka bekerja. Mulanya pasti para pegawai itu bertanya asal kami, lalu berapa lama kami tinggal. Setelah itu pembicaraan seolah mengalir, saling bercerita. Pembicaraan akan sangat menarik ketika kita bertemu dengan orang yang berasal dari satu daerah yang sama. Misalnya aku bertemu dengan pegawai yang ternyata berasal dari Bandung bahkan tinggalnya di Kiara Condong (deket dengan Antapani), waah… pembicaraan semakin menarik. Maklum ada faktor kesamaan daerah. Awalnya memang membicarakan tentnag daerah dan kebiasaan namun pembicaraan selanjutnya tentang kegiatan yang dilakukan di PTB ini.

Kebetulan ketika itu sedang terjadi masalah di pabrik (aku bahas sebelumnya), so hal itu jadi topik yang menarik untuk dibicarakan. Beberapa pegawai bercerita tentang sebab terjadinya kasus ESD-EDP yang lainnya bercerita tentang kasus “menyeramkan” lainnya yang pernah terjadi di pabrik.

Aku memperoleh sedikit berita perihal kasus yang sedang terjadi saat itu. Ternyata akar masalahnya ada pada instrumen yang dipakai di train yang bermasalah (salah satunya train H). ESD-EDP pada train tersebut aktif padalah tidak terjadi sesuatu yang begitu bahaya yang membutuhkan ESD-EDP. Jadi dapat dipastikan ada kesalahan pada logika instrumen yang dipakai, dalam hal ini DCS.

Ooo… pantes aja orang-orang dari seksi instrumen pada sibuk selama dua hari ini bahkan sampai ruang kerja mereka kosong melompong. Termasuk mas Defta (sang ahli DCS) yang katanya 2 hari ga tidur gara-gara ngurus masalah ini. Ok, gapapa klo masih sibuk, kita tunggu (walopun bosen juga…).

Sampe sore kerjaan kami Cuma buka-tutup buku di perpus sampe bosen. Sampe sore kami langsung kembali ke apartemen.

Weleh…weleh… what a bored day……

About rahadiansunandar

mendapat kesempatan untuk menikmati pendidikan di TF ITB 2005-2010. sekarang sedang meniti karir di salah satu perusahaan minyak nasional terbesar di negeri tercinta Indonesia.
This entry was posted in the journey to Borneo. Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s