Chapter #3 : Nunggu Terus Dilempar

Chapter 3

1..2..3..jam
Memasuki hari kedua program KP. Pihak training mengatakan bahwa badge atau tanda pengenal untuk kami akan siap pagi ini. So, ga usah nunggu lama lagi, kita langsung berangkat menuju security section untuk mengambil badge.

Tujuan pertama pagi ini adalah security section. Pukul 7 pagi kita harus sudah siap. Sayang hari ini aku dan Ratno bangaun kesiangan. Sekitar setengah enam kami baru bangun. Entah kenapa, tapi… ya sudahlah, harus segera bersiap dan tak boleh lupa sarapan pagi. Wow… kali ini ada menu nasi kuning.

Pukul 7 kami sudah siap do lobby apartemen begitu juga bus yang akan mengantar kami. Kami berangkat bersama rekan-rekan satu apartemen yang juga berasal dari ITB. Ada Lukman (TI), Gumilang dan Kemal (MS).

Bus menuju security section terlebih dahulu setelah itu menuju lab. Sampai di security section kami bertiga menunggu (karena kami memang diminta untuk menunggu). 10 menit… 30 menit… 1 jam… belum beres juga. Masih menunggu…. k*****, lama banget.

Pegawai yang ada di sana hanya mengatakan: “sabar ya…”, lalu aku jawab: “ya…”.

Tingkat kebosanan kami sudah mulai memuncak. Ratno malah ketiduran di ruang tunggu, tapi ga lama, terus bangun lagi. Aku coba OL lewat HP. Terus dicoba, akhirnya bisa. Tapi sayang, ga ada yang mo diajak ngobrol. Tiba-tiba Maya mengeluarkan sesuatu. Kotak pipih yang dibungkus penutup warna merah muda. Penutupnya mulai dibuka. Mmm…. ternyata notebook. Compaq Presario Maya mulai diaktifkan. Buka-tutup folder ga jelas, lalu membuka satu aplikasi, sepertinya game tertentu. Tapi lalu ditutup lagi.

Tiba-tiba dia sedikit berbisik, “Rob, main scrabble, yuk?”. Ok, daripada bengong ga jelas lebih baik ada kegiatan. Hampir satu jam main, tapi belum ada kabar tentang kartu sakti itu. Tiba-tiba ada petugas datang , waduh aku kira mo marah gara-gara kita main scrabble atau mungkin mo ikutan main, eh ternyata dia datang membawa badge pesanan kita.

Weis… keren cuy! Ada tiga biji. 400345 adalah nomor yang ada pada badge milikku. Ketiganya berlatar kuning dengan foto diri mendominasi bagian depannya. Tepat di bawah foto, terdapat nomor (entah nomor apa, mungkin menyatakan bagian dari keluarga besar PT Badak…) yang warna latarnya merah. Memang ada beberapa macam kartu yang dibuat, ada yang berwarna merah, kuning, dan merah-kuning. Warna kuning menyatakan bahwa pemilik kartu tak diperkenankan memasuki plant dalam waktu apapun, sedangkan warna kuning-merah berarti hanya dapat memasuki plant pada siang hari. Terakhir adalah warna merah yagn artinya dapat memasiki plant setiap saat. Nah, tanda di bedge kami berwarna merah yang berarti bahwakami dapat memasuki plant kapan pun (tentu dengan izin pembimbing). Ck…ck…ck… keren bow!

Ok, buang-buang waktunya sudah cukup. Sekarang kita balik ke training section menunggu agenda selanjutnya. Pukul 10 lewat kita sampai di sana dan ternyata harus menunggu lagi dan lagi sampai waktu istirahat. K*****, setengah hari ini kerjaannya cuman nunggu doang, jangan-jangan bakal kejadian sampai seharian penuh, waduh… jangan sampe dah…!

Titik terang
Istirahat kembali keapartemen dan tak lupa makan siang. Setalah itu balik lagi ke training section. Ternyata ada titik terang, lokasi di mana kami akan ditempatkan sudah siap, so ga usah nunggu lama lagi kita langsung menuju lokasi, Facilities Engineering. Lokasinya ada di gedung TOP (ga tau kepanjangannya apa). Masuk ke dalam gedung langsung menuju sekretaris untuk mengurus administrasi, ngobrol sebentar lalu bertemu dengan head section FE (FE ini bukang Fundamental Engineering tapi Facilities Engineering). Namanya Pak Deded yang ternyata juga lulusan Teknik Fisika, ada juga Pak Mardjoko sebagai salah satu engineer di sana (yang juga lulusan TF). Pak Mardjoko ini yang akan membimbing kami sementara pembimbing sebenarnya sedang cuti, yaitu Pak Hendra (yang lagi-lagi lulusan TF ITB). Ck…ck… kayak di rumah sendiri aja, banyak anak TF (dengan-denger sih ada 7 lulusan TF di bagian ini).

FE
Hasil obrolan singkat di ruang Pak Deded mengindikasikan bahwa kemampuan seorang lulusan TF sangat berguna di industri ini, karena hanya lulusan dari TF ini yang mengerti benar jalannya instrumentasi untuk menggerakkan industri ini. Bahkan tak hanya instrumentasi, tetapi juga dituntut untuk mengerti juga lahan proses industri yang sedang berjalan, karena tak mungkin kita merancang sistem instrumentasinya tanpa kita mengetahui jalannya proses industri itu sendiri. Yaaa… tak perlu mengerti proses pembuatan gas alam secara detil, cukup secara garis besar saja. Tak perlu mengetahui persamaan reaksinya pun tak apa-apa.

Intinya aku dibuat bangga ketika berbicara dengan Pak Deded ini. Betapa kita begitu berguna dan penting, sekali lagi aku katakan bahwa aku bangga. Sampai-sampai beliau berkata bahwa engineer dari TF ini sebagai orang yang serba tahu, mulai dari proses sampai instrumentasi dan bahkan mungkin juga elektronikanya. Waduh …. di satu sisi memang membanggakan tapi di sisi lain terasa kepercayaan dan tanggung jawab yang begitu besar berada di pundak para engineer TF.

Pembicaraan dilanjutkan dengan Pak Mardjoko di ruangannya. Sekarang sudah berbicara teknis kegiatan termasuk penjadwalan. Tapi sayangnya beliau belum membuat jadwal kegiatan kami karena beliau belum mengetahui perihal kedatangan kami. Yo weis… tak apa-apa. Btw, Pak Mardjoko ini orangnya bersemangat walaupun akan memsuki masa purnabakti a.k.a pensiun tapi beliau terlihat masih bersemangat. Cara bicaranya yang meyakinkan dan lantang menunjukkan hal itu.

Dilempar ke maintenance
Sambil Pak Mar menyelesaikan penjadwalan kegiatan, kami “dilempar” ke bagian lain, maintenance. Di sana bertemu dengan Pak Defta yang lagi-lagi lulusan TF ITB angkatan 2000, masih muda dan energik, supel dan sepertinya sangat inging berbagi ilmu.

Bicara sebentar di ruangannya sambil kenalan lebih jauh. Pake membahas Pak Yul dan buku Ogata segala. Btw, ternyata dia masih pake buku sakti itu untuk menunjang kerjaannya. Waduh… emang ntu buku sakti banget ya! Mas Defta (dia ga mau dipanggila Pak) ini bekerja di bagian instrumentasi, urusannya dengan DCS, PLC dan sejenisnya, melayani berbagai perbaikan sistem dan juga pemeliharaannya.

Ada kata-kata penting yang aku ingat dari dia tentang perbedaan ketika seseorang menjadi mahasiswa dan sudah menjadi pegawai. Pegawai itu sebaiknya tidak banyak tanya tentang apa yang ia tidak ketahui kerena ia memang dibayar untuk itu, yaitu untuk mencari tahu sendiri apa-apa yang tidak diketahui baik tidak diketahuinya maupun tidak diketahui orang lain. Sedangkan mahasiswa sebaiknya banyak bertanya (karena mahasiswa membayar untuk bertanya dan mendapat pengetahuan). Oh, iya dia bilang biaya yang dikeluarkan PT Badak untuk seorang mahasiswa yang KP sekitar 27 juta !! wow…. gede banget ya !! ga boleh disia-siakan nih..

Mas Defta mengajak kami berkeliling daerah maintenance ini sambil kenalan dengan beberapa pegawai di sana. Suasana kekeluargaan terasa banget, tak ada rasa canggung ketika bertemu dengan atasan atau pegawai senior. Semua saling mengatakan “saya masih belajar, dia lebiha tahu” sambil dibalas lagi “…ah dia merendah…, saya yang belajar sama dia”. Kira-kira seperti itu.

Ada bagian workshop yang menangani elektronika. Lalu masuk ke bagian analyzer. Mas Defta benar-benar menawarkan kepada kami seandainya inging mendalami analyzer karena ada alat yang ingin dihibahkan ke TF namun sampai saat ini belum tahu siapa yang akan mendalaminya. Singkat kata, analyzer ini adalah alat yang berfungsi menganalisis komposisi larutan zat (dalam hal ini gas). Gas yang akan dianalisis dibandingkan dengan susunan gas standar sehingga kita peroleh kompisisi gas tersebut. Hal ini sangat penting untuk keberjalanan proses industri. Entah sensor apa yang  dipakai di alat tersebut, namun yang jelas resolusi sensornya harus tinggi karena kompisisi gas bisa sangat kecil.

Jalan-jalan dilanjutkan ke tempat lain. Lalu bertemu dengan lebih banyak orang lagi dan ada juga lulusan TF ITB yang lain. Masuk ke salah satu bagian kantor, kita bertemu dengan Pak Herpuguh yang katanya ahli proses dan akan segera pensiun jadi beliau sedang intensif membagi ilmunya kepada para juniornya. Orangnya ramah, beliau hapal beberapa orang TF yang KP sebelum kami. Beliau menunjukkan fotonya beserta dua orang peserta KP sebelum kami. Dilihat sekilas lalu aku jawab “Ilham dan Bram!”. Ya, itu foto beliau bersama mas Bram dan kang Ilham. Oo… ternyata dua orang ini memeberi kenangan tresendiri di PT Badak.

Sudah cukup lama berkeliling tak terasa waktu kerja sudah hampir selesai. Sebelum kembali ke ruang mas Defan, kita ketemu lagi dengan beberapa pegawai yang lain. Bahan permibacaraan kita ga berat, kita malah membicarakan dosen-dosen yang masih aktif, seperti Pak Yul, Pak Harijono (yang menurut mereka adalah gurunya Pak Yul), mereka bertanya juga perihal Pak Andrianto. Waduh…. seperti di rumah sendiri nih, bahan pembicaraannya tentang keluarga sendiri. Ck…ck… makin betah aja di sini…

Kembali ke ruang kerja mas Defta untuk membicarakan agenda besok. Wah…ternyata dia ngajak kita untuk mengunjungi zone 1 (inti pabrik ini). Ok, keknya besok bakal lebih seru nih…..

Lunas
Well, its enough for this day and we have to back to the apartement. See u tomorrow.

Sampai di apartemen, kita diajak berenang bareng penghuni lain. Ok, sapa takut, btw udah lama juga ga berenang.

Sampai di kolam renang. Tidak terlalu ramai. Berenang ke sana- ke mari, bolak-balik. Capek juga. Udah ah. Eh, ternyata bari setengah jam tapi rasanya udah capek banget. Langsung pulang ke apartemen. Mandi dan langsung makan karena energi sudah sangat terkuras untuk berenang. Makan dengan lahap langsung tidur…………..

Fiuh…. kesabaran dan kekesalan selama setengah hari tanpa kepastian terbayar sudah. Status dari fully bored menjadi exicitting!!.

***

About rahadiansunandar

mendapat kesempatan untuk menikmati pendidikan di TF ITB 2005-2010. sekarang sedang meniti karir di salah satu perusahaan minyak nasional terbesar di negeri tercinta Indonesia.
This entry was posted in the journey to Borneo. Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s