Mengapa Syaban?

Mengapa Syaban?

Pertanyaan ini mengawali ceramah jumat siang tadi di masjid at taqwa TBBM Tg. Gerem.

Tak salah memang pertanyaan itu dilontarkan karena hari ini sudah memasuki pertengahan Syaban dan artinya sudah dekat ke malam nisyfu Syaban.

Syaban memang bulan yg istimewa dlm Islam. Rasul saw dan para sahabat memberi contoh dg memperbanyak ibadah di bln ini. Sudah diperbanyak di bln Rajab dan ditingkatkan lagi di bulan Syaban hingga puncaknya di Ramadhan.

Dalam salah satu hadits dikisahkan Rasul saw bertanya kpd para sahabt perihal penamaan bulan ini. Lantas Rasul saw menjelaskan bahwa bulan ini dinamakan bulan Syaban krn ketika kita beribadah di bln ini maka pahalanya akan bercabang terus, bertambah dan berlipat.

Keutamaan lain Syaban, adalah karena adanya malam nisyfu Syaban atau malam pertengahan bln Syaban. Salah satu hadits qudsi menyebutkan bhwa nilai satu malam ini hampir disamakan dengan lailatul qadar.

Jika melihat penanggalan kalender, maka malam nisyfu syaban akan jatuh pada sabtu malam bertepatan dengan 16 Juni 2011.

Hadits lain menyebutkan bahwa jika kita menunaikan solat malam pada waktu tersebut lantas berdoa, maka 4wi swt akan menjamin doa kita, mengampuni dosa serta menjauhkan kita dari siksa neraka.

Namun demikian disebutkan pula bahwa ada golongan orang yang tetap tidak akan dikabulkan doanya pada malam itu.

Pertama, adalah para tukang sihir atau pengguna ilmu hitam. Mereka yang berada di golongan ini sudah benar-benar menafikan kuasa 4wi swt.

Kedua, adalah mereka yang gemar dengan khamr atau minuman keras.

Ketiga, mereka yang gemar berbuat zina.

Keempat, adalah mereka yang berbuat durhaka, menyakiti kedua orang tuanya.

Semoga bermanfaat dan menambah semangat untuk menyambut Ramadhan.

Allahu alam…

-Rest area Purwakarta-

Posted in self development, semangat pagi ! | 5 Comments

nasehat adik ..

bismillah …

malam ini seperti seperti malam-malam sebelumnya, saya amati aktivitas dunia lewat jaringan TCP/IP. karena kesempatan yang ada umumnya malam hari, untuk sekadar buka email, baca berita, dan ngobrol dengan teman-teman yang jauh.

seperti biasanya juga, salah satu adik saya menyapa lewat akun messanger-nya. awalnya dia yang minta masukan (biasa lah .. tekanan tingkat akhir memang sering membuat seseorang berada pada kondisi kebingungan di tengan ketidakpastian yang tiada akhir..).

tapi ternyata, percakapan malam ini bukan percakapan seperti pada malam2 sebelumnya. alih-alih dia yang meminta saran, saya justru mendapat satu nasihat yang …. (entah bagaimana harus saya ekspresikan dalam bahasa tulisan). pesannya masih saya simpan dengan rapi,,,

“akang harus sukses dgn cara2 yg diridhoi Allah yah!!..”

saya tulis masukan berkalimat-kalimat, tapi dia membalas nasihat hanya dengan satu kalimat… tapi rasanya kalimat2 lain ga ada artinya saat saya terima kalmat tersebut.

barakallah, semoga 4wi memberikan balasan yang jauh lebih baik, mengabulkan harapannya, meringankan urusannya, dan semoga kita berjodoh untuk bertemu kembali.

thx, my bro .. 

Posted in semangat pagi ! | 2 Comments

Bersiap menyambut ketetapan-Nya

salah satu hikmah Allah adlh apa2 yg ditakdirkan trhdp kita (tempat, kondisi, dll.) yg menyadarkan kita akan jalan menuju takdir berikutny sbg arahan utk bersiap-siap.

Posted in semangat pagi ! | 1 Comment

Analisis Penggunaan Topologi Star Dan Daisy-Chain pada Respon Pengontrolan Foundation Fieldbus

ABSTRAK

FOUNDATION Fieldbus merupakan teknologi komunikasi dijital yang juga berfungsi untuk pengontrolan. Salah satu keunggulan FOUNDATION Fieldbus adalah pengontrolan yang lebih terdistribusi menggunakan Field Control System (FCS). Konfigurasi instrumen pada FOUNDATION Fieldbus mengikuti konfigurasi seperti pada jaringan komputer pada umumnya, misalnya topologi bus, daisy-chain, star, atau ring. Sejauh ini belum diketahui apakah ada perbedaan yang terjadi pada kinerja sistem kontrol jika menggunakan topologi yang berbeda.

 

Tugas Akhir ini bertujuan mengkaji kinerja topologi star dan daisy-chain, untuk itu perangkat keras yang digunakan, adalah linking device, peralatan lapangan dan kontrolan.  Linking device yang digunakan, yaitu Device Field Interface DFI302. Peralatan lapangan yaitu valve positioner FY302 dan pressure transmitter LD302. Perangkat lunak  yang digunakan, adalah  program Syscon dan TagView di System302 dari SMAR dan kontrolan yang digunakan untuk percobaan, adalah kontrolan mini dengan dua tangki level. Pengujian dilakukan dengan memberikan sinyal step pada nilai acuan 40%. Variabel yang diamati, adalah variabel proses, sinyal keluaran pengontrol, dan sinyal umpan balik ke pengontrol.

 

Hasil percobaan memperlihatkan tidak adanya perbedaan signifikan pada variabel proses dan sinyal umpan balik ke pengontrol, karena nilai t-test tidak melewati batas kritis 1,96 dan nilai probabilistik tidak melewati batas nilai signifikan 5%. Namun hasil t-test menunjukkan adanya perbedaan signifikan pada parameter sinyal keluaran pengontrol. Analisis root locus menunjukkan sistem berada dalam kestabilan dengan nilai penguatan kritis 10,2 untuk star dan 11,1 untuk daisy-chain.

 

Analisis kondisi transien menunjukkan  waktu naik 91 detik untuk daisy-chain dan 109 detik untuk star, waktu tunda 70 detik untuk daisy-chain dan 83 detik untuk star. Oleh karena itu, topologi daisy-chain lebih direkomendasikan untuk digunakan jika dibandingkan dengan topologi star.

 

Kata kunci

FOUNDATION Fieldbus, analisis statistik t-test, PI, analisis kestabilan domain Z, topologi bus, topologi daisy-chain.

 

Posted in all about oil and gas | Leave a comment

Dialog Imam Al-Ghazali

satu kisah lama, tapi sarat makna, jadi ga ada salahnya untuk kita ulas kembali.

Suatu hari, Imam Al-Ghazali berkumpul dengan murid-muridnya lalu beliau bertanya
Imam Ghazali : “Apakah yang paling dekat dengan diri kita di dunia ini?
Murid 1 : “Orang tua”
Murid 2 : “Guru”
Murid 3 : “Teman”
Murid 4 : “Kaum kerabat”
Imam Ghazali : “Semua jawaban itu benar. Tetapi yang paling dekat dengan kita ialah MATI.
Sebab itu janji Allah bahwa setiap yang bernyawa pasti akan mati (Surah Ali-Imran :185)

Imam Ghazali : “Apa yang paling jauh dari kita di dunia ini?”
Murid 1 : “Negeri Cina”
Murid 2 : “Bulan”
Murid 3 : “Matahari”
Murid 4 : “Bintang-bintang”
Iman Ghazali “Semua jawaban itu benar. Tetapi yang paling benar adalah MASA LALU. Bagaimana
pun kita, apa pun kendaraan kita, tetap kita tidak akan dapat kembali ke masa yang lalu. Oleh
sebab itu kita harus menjaga hari ini, hari esok dan hari-hari yang akan datang dengan
perbuatan yang sesuai dengan ajaran agama”.

pertanyaan ketiga, “Apa yang paling besar di dunia ini?”
Murid 1 : “Gunung”
Murid 2 : “Matahari”
Murid 3 : “Bumi”
Imam Ghazali : “Semua jawaban itu benar, tapi yang besar sekali adalah HAWA NAFSU (Surah Al
A’raf: 179). Maka kita harus hati-hati dengan nafsu kita, jangan sampai nafsu kita membawa ke
neraka.”

Imam Ghazali : “Apa yang paling berat di dunia?”
Murid 1 : “Baja”
Murid 2 : “Besi”
Murid 3 : “Gajah”
Imam Ghazali : “Semua itu benar, tapi yang paling berat adalah MEMEGANG AMANAH (Surah Al-Azab
: 72 ). Tumbuh-tumbuhan, binatang, gunung, dan malaikat semua tidak mampu ketika Allah SWT
meminta mereka menjadi khalifah pemimpin) di dunia ini. Tetapi manusia dengan sombongnya
berebut-rebut menyanggupi permintaan Allah SWT sehingga banyak manusia masuk ke neraka kerana
gagal memegang amanah.”
Pertanyaan yang kelima adalah, “Apa yang paling ringan di dunia ini?” Murid 1 : “kapas!”
Murid 2 : “angin!”
Murid 3 : “debu!”
“Semua itu benar”, kata Imam Ghozali, tapi yang paling ringan di dunia ini adalah
“MENINGGALKAN SHOLAT”.Gara-gara pekerjaan, kita sering meninggalkan sholat.

Dan pertanyaan terakhir adalah, “Apakah yang paling tajam di dunia ini?”
Murid-muridnya menjawab dengan serentak, “pedang”.
Benar kata Imam Ghozali, tapi yang paling tajam adalah “LIDAH MANUSIA”.Karena melalui lidah, manusia selalu menyakiti hati dan melukai perasaan saudaranya sendiri.
[dari berbagai sumber]

Posted in self development | 1 Comment

7 Indikator Kebahagiaan Dunia

7 Indikator Kebahagiaan Dunia

(Dari ibnu Abbas dan disampaikan kembali oleh Aam Aminudin)

Ibnu Abbas ra. adalah salah seorang sahabat Nabi SAW yang sangat telaten dalam menjaga dan melayani Rasulullah SAW, dimana ia pernah secara khusus didoakan Rasulullah SAW, selain itu pada usia 9 tahun Ibnu Abbas telah hafal Al-Quran dan telah menjadi imam di mesjid.

Suatu hari ia ditanya oleh para Tabi’in (generasi sesudah wafatnya Rasulullah SAW) mengenai apa yang dimaksud dengan kebahagiaan dunia. Jawab Ibnu Abbas ada 7 (tujuh) indikator kebahagiaan dunia, yaitu :

Pertama, Qalbun syakirun atau hati yang selalu bersyukur.
Memiliki jiwa syukur berarti selalu menerima apa adanya (qona’ah), sehingga tidak ada ambisi yang berlebihan, tidak ada stress, inilah nikmat bagi hati yang selalu bersyukur. Seorang yang pandai bersyukur sangatlah cerdas memahami sifat-sifat Allah SWT, sehingga apapun yang diberikan Allah ia malah terpesona dengan pemberian dan keputusan Allah.
Bila sedang kesulitan maka ia segera ingat sabda Rasulullah SAW yaitu :”Kalau kita sedang sulit perhatikanlah orang yang lebih sulit dari kita”. Bila sedang diberi kemudahan, ia bersyukur dengan memperbanyak amal ibadahnya, kemudian Allah pun akan mengujinya dengan kemudahan yang lebih besar lagi. Bila ia tetap “bandel” dengan terus bersyukur maka Allah akan mengujinya lagi dengan kemudahan yang lebih besar lagi.
Maka berbahagialah orang yang pandai bersyukur!

Kedua. Al azwaju shalihah, yaitu pasangan hidup yang sholeh.
Pasangan hidup yang sholeh akan menciptakan suasana rumah dan keluarga yang sholeh pula. Di akhirat kelak seorang suami (sebagai imam keluarga) akan diminta pertanggungjawaban dalam mengajak istri dan anaknya kepada kesholehan. Berbahagialah menjadi seorang istri bila memiliki suami yang sholeh, yang pasti akan bekerja keras untuk mengajak istri dan anaknya menjadi muslim yang sholeh. Demikian pula seorang istri yang sholeh, akan memiliki kesabaran dan keikhlasan yang luar biasa dalam melayani suaminya, walau seberapa buruknya kelakuan suaminya. Maka berbahagialah menjadi seorang suami yang memiliki seorang istri yang sholeh.

Ketiga, al auladun abrar, yaitu anak yang soleh.
Saat Rasulullah SAW lagi thawaf. Rasulullah SAW bertemu dengan seorang anak muda yang pundaknya lecet-lecet. Setelah selesai thawaf Rasulullah SAW bertanya kepada anak muda itu : “Kenapa pundakmu itu ?” Jawab anak muda itu : “Ya Rasulullah, saya dari Yaman, saya mempunyai seorang ibu yang sudah udzur. Saya sangat mencintai dia dan saya tidak pernah melepaskan dia. Saya melepaskan ibu saya hanya ketika buang hajat, ketika sholat, atau ketika istirahat, selain itu sisanya saya selalu menggendongnya”. Lalu anak muda itu bertanya: ” Ya Rasulullah, apakah aku sudah termasuk kedalam orang yang sudah berbakti kepada orang tua ?”
Nabi SAW sambil memeluk anak muda itu dan mengatakan: “Sungguh Allah ridho kepadamu, kamu anak yang soleh, anak yang berbakti, tapi anakku ketahuilah, cinta orangtuamu tidak akan terbalaskan olehmu”. Dari hadist tersebut kita mendapat gambaran bahwa amal ibadah kita ternyata tidak cukup untuk membalas cinta dan kebaikan orang tua kita, namun minimal kita bisa memulainya dengan menjadi anak yang soleh, dimana doa anak yang sholeh kepada orang tuanya dijamin dikabulkan Allah. Berbahagialah kita bila memiliki anak yang sholeh.

Keempat, albiatu sholihah, yaitu lingkungan yang kondusif untuk iman kita.
Yang dimaksud dengan lingkungan yang kondusif ialah, kita boleh mengenal siapapun tetapi untuk menjadikannya sebagai sahabat karib kita, haruslah orang-orang yang mempunyai nilai tambah terhadap keimanan kita. Dalam sebuah haditsnya, Rasulullah menganjurkan kita untuk selalu bergaul dengan orang-orang yang sholeh. Orang-orang yang sholeh akan selalu mengajak kepada kebaikan dan mengingatkan kita bila kita berbuat salah.
Orang-orang sholeh adalah orang-orang yang bahagia karena nikmat iman dan nikmat Islam yang selalu terpancar pada cahaya wajahnya. Insya Allah cahaya tersebut akan ikut menyinari orang-orang yang ada disekitarnya.
Berbahagialah orang-orang yang selalu dikelilingi oleh orang-orang yang sholeh.

Kelima, al malul halal, atau harta yang halal.
Paradigma dalam Islam mengenai harta bukanlah banyaknya harta tetapi halalnya. Ini tidak berarti Islam tidak menyuruh umatnya untuk kaya.
Dalam riwayat Imam Muslim di dalam bab sadaqoh, Rasulullah SAW pernah bertemu dengan seorang sahabat yang berdoa mengangkat tangan. “Kamu berdoa sudah bagus”, kata Nabi SAW, “Namun sayang makanan, minuman dan pakaian dan tempat tinggalnya didapat secara haram, bagaimana doanya dikabulkan”. Berbahagialah menjadi orang yang hartanya halal karena doanya sangat mudah dikabulkan Allah. Harta yang halal juga akan menjauhkan setan dari hatinya, maka hatinya semakin bersih, suci dan kokoh, sehingga memberi ketenangan dalam hidupnya. Maka berbahagialah orang-orang yang selalu dengan teliti menjaga kehalalan hartanya.

Keenam, Tafakuh fi dien, atau semangat untuk memahami agama.
Semangat memahami agama diwujudkan dalam semangat memahami ilmu-ilmu agama Islam. Semakin ia belajar, maka semakin ia terangsang untuk belajar lebih jauh lagi ilmu mengenai sifat-sifat Allah dan ciptaan-Nya.
Allah menjanjikan nikmat bagi umat-Nya yang menuntut ilmu, semakin ia belajar semakin cinta ia kepada agamanya, semakin tinggi cintanya kepada Allah dan rasul-Nya. Cinta inilah yang akan memberi cahaya bagi hatinya.
Semangat memahami agama akan meng “hidup” kan hatinya, hati yang “hidup” adalah hati yang selalu dipenuhi cahaya nikmat Islam dan nikmat iman. Maka berbahagialah orang yang penuh semangat memahami ilmu agama Islam.

Ketujuh, yaitu umur yang baroqah.
Umur yang baroqah itu artinya umur yang semakin tua semakin sholeh, yang setiap detiknya diisi dengan amal ibadah. Seseorang yang mengisi hidupnya untuk kebahagiaan dunia semata, maka hari tuanya akan diisi dengan banyak bernostalgia (berangan-angan) tentang masa mudanya, iapun cenderung kecewa dengan ketuaannya (post-power syndrome). Disamping itu pikirannya terfokus pada bagaimana caranya menikmati sisa hidupnya, maka iapun sibuk berangan-angan terhadap kenikmatan dunia yang belum ia sempat rasakan, hatinya kecewa bila ia tidak mampu menikmati kenikmatan yang diangankannya. Sedangkan orang yang mengisi umurnya dengan banyak mempersiapkan diri untuk akhirat (melalui amal ibadah) maka semakin tua semakin rindu ia untuk bertemu dengan Sang Penciptanya. Hari tuanya diisi dengan bermesraan dengan Sang Maha Pengasih. Tidak ada rasa takutnya untuk meninggalkan dunia ini, bahkan ia penuh harap untuk segera merasakan keindahan alam kehidupan berikutnya seperti yang dijanjikan Allah. Inilah semangat “hidup” orang-orang yang baroqah umurnya, maka berbahagialah orang-orang yang umurnya baroqah.

Demikianlah pesan-pesan dari Ibnu Abbas ra. mengenai 7 indikator kebahagiaan dunia.
Bagaimana caranya agar kita dikaruniakan Allah ke tujuh buah indikator kebahagiaan dunia tersebut ? Selain usaha keras kita untuk memperbaiki diri, maka mohonlah kepada Allah SWT dengan sesering dan se-khusyu’ mungkin membaca doa `sapu jagat’ , yaitu doa yang paling sering dibaca oleh Rasulullah SAW. Dimana baris pertama doa tersebut “Rabbanaa aatina fid dun-yaa hasanaw” (yang artinya “Ya Allah karuniakanlah aku kebahagiaan dunia “), mempunyai makna bahwa kita sedang meminta kepada Allah ke tujuh indikator kebahagiaan dunia yang disebutkan Ibnu Abbas ra, yaitu hati yang selalu syukur, pasangan hidup yang soleh, anak yang soleh, teman-teman atau lingkungan yang soleh, harta yang halal, semangat untuk memahami ajaran agama, dan umur yang baroqah.

Walaupun kita akui sulit mendapatkan ketujuh hal itu ada di dalam genggaman kita, setidak-tidaknya kalau kita mendapat sebagian saja sudah patut kita syukuri.

Sedangkan mengenai kelanjutan doa sapu jagat tersebut yaitu “wa fil aakhirati hasanaw” (yang artinya “dan juga kebahagiaan akhirat”), untuk memperolehnya hanyalah dengan rahmat Allah. Kebahagiaan akhirat itu bukan surga tetapi rahmat Allah, kasih sayang Allah. Surga itu hanyalah sebagian kecil dari rahmat Allah, kita masuk surga bukan karena amal soleh kita, tetapi karena rahmat Allah.

Amal soleh yang kita lakukan sepanjang hidup kita (walau setiap hari puasa dan sholat malam) tidaklah cukup untuk mendapatkan tiket masuk surga. Amal soleh sesempurna apapun yang kita lakukan seumur hidup kita tidaklah sebanding dengan nikmat surga yang dijanjikan Allah.

Kata Nabi SAW, “Amal soleh yang kalian lakukan tidak bisa memasukkan kalian ke surga”. Lalu para sahabat bertanya: “Bagaimana dengan Engkau ya Rasulullah ?”. Jawab Rasulullah SAW : “Amal soleh saya pun juga tidak cukup”. Lalu para sahabat kembali bertanya : “Kalau begitu dengan apa kita masuk surga?”. Nabi SAW kembali menjawab : “Kita dapat masuk surga hanya karena rahmat dan kebaikan Allah semata”.

Jadi sholat kita, puasa kita, taqarub kita kepada Allah sebenarnya bukan untuk surga tetapi untuk mendapatkan rahmat Allah. Dengan rahmat Allah itulah kita mendapatkan surga Allah (Insya Allah, Amiin).
———Sumber tulisan: ceramah Ustad Aam Aminudin, Lc. di Sapporo, Jepang,disarikan secara bebas oleh Sdr. Asep Tata Permana
Source : (dudung.net )
www. percikan-iman.com

Posted in self development | Leave a comment

3 hal tentang cinta

cinta merupakan fitrah yang Allah swt karuniakan kepada makhluknya, terutama manusia.

oleh karena itu, rasa cinta yang timbul di dalam diri seorang manusia tak perlulah dicegah atau dibendung. barangkali bahasa yang lebih tepatnya, adalah dikendalikan. Rasa cinta perlu dikendalikan sehingga ia tetap menjadi sebuah fitrah yang mengandung berkah dan ridho dari Allah swt. karena saat rasa cinta itu dibiarkan bebas, maka ia akan berkeliaran tanpa terkendali dan akan berbalik menjadi mengendalikan manusia itu sendiri.

Menurut Ibn Qayyim al Jauzy, ada tiga hal yang menjadikan rasa cinta itu muncul.

pertama, adalah adanya hal istimewa yang terdapat pada sesuatu (misalnya hal istimewa pada seseorang, entah sikapnya, fisiknya, atau hal lainnya). perlu dipahami bahwa setiap manusia pada dasarnya memiliki keistimewaan, apapun bentuk keistimewaan itu, pasti setiap manusia memilikinya dan biasanya bersifat spesifik.

kedua, adalah adanya perhatian pada hal istimewa sebagaimana yang disebutkan pada poin yang pertama. Perhatian ini muncul dari sesuatu yang berbeda (dari orang yang berbeda terhadap orang yang memiliki hal istimewa tersebut).

ketiga, adalah adanya interaksi antara keduanya (hal istimewa bertemu dengan perhatian terhadap hal istimewa tersebut).

sebagai ilustrasi, kita ambil contoh pada manusia. katakanlah ada seorang manusia yang memiliki keistimewaan pada akhlaknya. keistimewaan manusia pertama ini mendapat perhatian dari manusia kedua. lalu, interaksi terbentuk di antara keduanya, misalnya keduanya berada dalam satu divisi yang sama di dalam lingkungan pekerjaan yang dijalaninya. maka, kondisi ini akan sangat berpotensi menimbulkan rasa cinta di antara keduanya terutama rasa cinta yang timbul pada manusia kedua terhadap manusia pertama.

lantas, apakah rasa cinta ini salah?

tentu tidak, seperti yang telah diulas di atas bahwa rasa cinta merupakan fitrah yang Allah berikan kepada setiap makhluknya. Kesalahan yang mungkin muncul, adalah ketidaktepatan dalam menanggapi rasa cinta.

jika kita cinta pada seseorang, itu bukan cinta tetapi kagum. jika kita cinta karena Allah, itulah cinta. cinta yang sesungguhnya.

Bagaimana kita tahu bahwa cinta kita adalah cinta karena Allah yang sarat akan ridho-Nya ?

manusia dikirim ke bumi ini dalam rangka menegakkan agama Allah. setiap usaha yang bertujuan untuk itu, maka Allah akan menurunkan segala bantuan untuk menolongnya. apapun itu. termasuk segala hal yang terjadi pada diri kita. misalnya jika kita niatkan belajar kita, sekolah kita, penelitian kita adalah karena Allah dan dalam rangka upaya penegakkan agama-Nya, maka insya Allah pertolongan dari-Nya akan datang. Pun demikian halnya dengan rasa cinta. andaikan cinta yang muncul ini karena Allah, dan kita niatkan dalam rangka ibada kepada-Nya, maka rasanya tidak mungkin Allah tidak menurunkan pertolongan-Nya. itulah tanda bahwa cinta kita karena Allah.

Maka rasa cinta itu memang perlu dikendalikan, disesuaikan dengan tuntunan yang Allah ajarkan kepada kita melalui Rasul-Nya.

wallahualam bisshawwab.

inspired by Ibn Qayyim Al Jauzy

Posted in self development, semangat pagi ! | Leave a comment

Makna Waktu (for my brothers)

jika engkau bertanya tentang makna waktu 1 tahun, cobalah bertanya kepada seorang ibu yang belum lama melahirkan kandungannya.
jika engkau bertanya tentang makna waktu 6 bulan,cobalah bertanya kepada seorang pelajar yang baru saja mengulan semester.
jika engkau bertanya tentang makna waktu 1 bulan, cobalah bertanya kepada seorang karyawan yang telat mendapat gaji bulanan.
jika engkau bertanya tentang makna waktu 1 pekan,cobalah bertanya kepada seorang redaktur tabloid.
jika engkau bertanya tentang makna waktu 1 hari,cobalah bertanya kepada seorang single mother dengan 7 anak yang masih kecil.
jika engkau bertanya tentang makna waktu 1 jam,cobalah bertanya kepada seorang pria yang tengah menunggu pasangannya di sebuah taman.
jika engkau bertanya tentang makna waktu 1 menit,cobalah bertanya kepada seorang calon penumpang yang baru saja ketinggalan kereta.
jika engkau bertanya tentang makna waaktu 1 detik,cobalah bertanya kepada seorang yang baru saja selamat dari kecelakaan lalu-lintas.
jika engkau bertanya tentang makna waktu 0.5 detik,cobalah bertanya kepada seorang atlet lari yang baru saja memenangkan pertandingan.

pesan di atas saya dapat sekitar 7-8 tahun lalu ketika pelajaran agama Islam. pesan sederhana
tapi cukup nampol …😀.
bro, saat ini adalah bulan Maret, mengingatkan saya sekitar 2 tahun lalu, mengalami hal yang
mungkin tak jauh berbeda dengan yang kalian hadapi saat ini. saat2 bahagia karena sudah mendapat pembimbing untuk tugas akhir, mulai dibingungkan dengan judul yang akan diambil. kembali bahagia karena ada usulan dari pembimbing, tarik nafas panjang karena ternyata judul TA-nya terlalu sulit. alhamdulillah, dapet oksigen lagi karena ada kakak angkatan yang pernah ngerjain TA yang mirip..😀. stress lagi karena ternyata banyak materi yang harus dipelajari, ditambah lagi “sang kakak” sudah keburu dapet kerja ato nyangkut di negeri orang untuk sekolah lagi. dan lain-lain.. dan lain-lain ..
saat kita lelah dengan rutinitas dan pekerjaan, mungkin memang ada baiknya kita mengambil waktu untuk rehat sejenak, refreshing, recreation. tapi jangan lupa dengan pesan di atas tetang betapa  pentingnya waktu. maka, pastikan rehat kita benar-benar sebuah “recreation” (re = lagi, kembali; creation = penciptaan, pembentukan), sebuah penciptaan kembali energi-energi yang akan menambah gairah kerja dan produktivitas.
tapi jangan terlalu lama, karena bisa melenakan.
Allah swt. selalu memberikan pilihan jalan kepada setiap hambanya. jalan yang mudah yang kadang melenakan, serta jalan mendaki lagi sulit.
jika kita adalah seorang pendaki gunung, maka saat-saat paling semangat adalah ketika menapaki jalan mendaki lagi sulit serta menemui banyak hambatan baru karena kita yakin bahwa puncak ada di depan sana, dan setelah puncak adalah sebuah jalan turunan.
dan ketika menapaki turunan gunung, adalah saat-saat paling melelahkan dan penuh pemikiran karena ternyata masih banyak puncak gunung untuk didaki dan bahkan lebih tinggi lagi.
ketika Allah swt memberikan tangangan begitu sulit, maka yakinlah bahwa Ia sedang mempersiapkan kita untuk menjadi pribadi yang lebih hebat.
so, keep on fighting, the hardest wall still far away in front of us.
I’m proud of you, guys..😀

Posted in self development, semangat pagi ! | Leave a comment

BRAIN GAIN, BRAIN DRAIN, DAN BRAIN CIRCULATION

India, pakistan, cina, mengajarkan pada kita tentang kepercayaan diri selaku bangsa dan negara dunia ketiga. India dan Cina berhasil mengubah kondisi brain drain menjadi brain gain di tengah kondisi  brain circulation.

 

Brain drain, bermakna ilmuan-ilmuan terkemuka (outstanding) negeri sendiri dalam kondisi tersebar di seluruh penjuru bumi ini, terutama tersebar di negara-negara maju, seperti Amerika dan Eropa. Kondisi ini tentu saja sangat tidak diinginkan oleh negara yang bersangkutan karena SDM penting yang ia miliki justru memajukan negara lain, bukan negara asalnya.

 

Brain gain, bermakna meraih kekuatan ilmuan-ilmuan negeri sendiri yang tersebar di seluruh pelosok bumi dengan cara membangun jaringan yang menghubungkan mereka dan menyatukan pemahaman untuk membangun negeri sendiri. Brain gain policy diterapkan pemerintahan di India dan Cina sehingga efeknya bisa kita saksikan saat ini.

 

Selain atas dasar kesamaan asal negara, brain gain policy muncul atas dasar pertimbangan fenomena brain circulation yang terjadi di dunia saat ini. Brain circulation berarti sebuah kondisi yang menggambarkan ilmuan dari negara manapun, ras manapun akan mencari tempat di mana ia dapat melakukan penelitian dengan sangat baik. Menyadari hal tersebut, tentu saja dengan kebijakan brain gain, kedua negara di atas bukan hanya meminta orang-orang cerdas di negaranya untuk bersama membangun bangsanya tetapi juga mempersiapkan infrastruktur dan sokongan dana yang cukup untuk menunjang riset mereka.

 

Kebijakan seperti ini pun diikuti negara-negara lainnya, seperti Iran, Pakistan, Malaysia, dan Brazil.

 

 

 

 

Contoh kasus yang cukup populer tentang upaya peningkatan kemampuan ilmu dan teknologi suatu bangsa, adalah percakapan antara Presiden Pakistan, Pervez Musharaf dengan Prof. Dr. Atthaur Rahman (ilmuan Kimia terkemuka Pakistan) ketika diminta untuk menjadi menteri pendidikan dalam kabinetnya. Lantas Prof. Atthaur menjawab: “Are you serious on science, Mr. President?”. Musharaf, menjawab: “of course I’m serious!”. Prof. Atthaur kemudian melanjutkan: “if you are serious in science, then follow my policy!”. Presiden kaget mendengar hal tersebut, lantas meminta penjelasa kepada Prof. Atthaur. Ia menjelaskan: “first, government must increase higher education budget this year by 100%, then followed by 50 % every year to come until 5 years. Secondly, government must increase research expenditure by 6000%, and lastly government must pay Pakistani outstanding scientist fiur time higher than cabinet minister!. If you agree with my policy, I’m ready to be a minister!”. Presiden setuju dengan kebijakan ini. Sehingga setelah 5 tahun, kemajuan di bidang ilmu pengetahuan dan industri Pakistan sudah mendekati India.

Kisah ini memberi pelajaran pada kita sebagai berikut:

  1. Seorang ilmuan semestinya tak hanya paham akan ilmu yang ia tekuni tetapi juga harus menyadari mengenai kondisi bangsanya sekalipun itu menyentuh dunia ekonomi dan politik karena ilmu yang dimilikinya sudah semestinya ia baktikan untuk bangsa dan negaranya.
  2. Ketajaman visi, keluasan pengetahuan, dan kepercayaan diri menjadi modal penting untuk mewujudkan negara yang berdaulat seutuhnya, maju di segala bidang, khususnya ilmu pengetahuan dan teknologi.
  3. Right man on the right place menjadi kunci penting dalam positioning SDM untuk memajukan bangsa dan negara.

 

Oleh  karena itu, rasanya tak salah seandainya kita, Indonesia melakukan hal yang serupa seperti yang dilakukan negara-negara tersebut. Sehingga kita bisa menjadi negara yang benar-benar berdaulat dengan kekuatan ilmu pengetahuan dan teknologi karya putera puteri negeri sendiri. Kita pun kelah akan bangga dengan bangsa kita sendiri dan dapat terlepas dari berpangku tangan  ke negara-negara lain. Semoga kita bisa belajar lebih baik, untuk Indonesia yang lebih baik.

[rahadian]

Inspired by: M. Amien Rais. Agenda Mendesak Bangsa, Selamatkan Indonesia!

 

Posted in populer | Leave a comment

5 bidang keilmuan

5 bidang keilmuan yang perlu dikuasai dalam proses transformasi masyarakat

 

ilmu ideologi

ideologi merupakan cara pandang kehidupan, bagaimana kita meneanggapai kehidupan yang kita jalani. ideologi menentukan penilaian baika dan buruk

terhadap sesuatu. Islam bisa dipandang sebagai sebuah ideologi karena Islam bukanlah sekadar agama tapi merupakan sebuah aturan hidup. Tak ada satu jengkal

pun dari sistem kehidupan ini yang tidak diatur di dalam Islam.

 

siapapun yang akan berperan dalam proses transformasi masyarakat, pertama kali harus diyakinkan tentang ideologi apa yang dia anut, karena (sekali lagi) ideologi ini akan menjadi acuan dalam penilaian baik-buruk terhadap sesuatu.

 

ilmu sejarah

sejarah suatu bangsa akan dapat menggambarkan perjalanan suatu bangsa. berbagar catatan menunjukkan bahwa sejarah suatu bangsa sangat mempengaruhi nasib dan pandangan

bangsa tersebut. banyak organisasi multinasional yang terhimpun karena latar belakang sejarah. asean adalah salah satunya. latar belakang sejarah yang sama terutama pengalaman

buruk penjajahan kolonial membuat bangsa-bangsa di asia bagian tenggara ini memutuskan untuk menjalin kerja sama yang erat dan terikat dalam satu wadah organisasi multi nasional.

 

dengan mempelajari sejarah suatu bangsa, secara tak langsung kita pun sedang mempelajari karakter bangsa tersebut termasuk kelebihan dan keterbatasan bangsa tersebut.

 

ilmu sosial

nilai penting dalam mempelajari ilmu ini, adalah untuk menjadikan kita dapat dengan mudah mengenal budaya dan kebiasaan masyarakat. sedemikian sehingga dapat mengambil langkan

yang tepat ketika menghadapi masyarakat dengan kondisi tertentu.

 

mengutip apa yang dikatakan Sun Tzu dalam strategi perangnya, bahwa ketika kita mengenal musuh, maka setengan kemenangan telah di tangan kita. walaupun dalam proses transformasi

masyarakat ini bukanlah sebuah  perang, dan masyarakat yang kita hadapi bukanlah musuh yang harus dimusnahkan, tapi rasanya strategi Sun Tzu tersebut cukup relevan (dengan sedikit penyesuaian). singkat kata, bahwa kita perl mengenal kondisi masyarakat. bagaimana kebiasaannya, budayanya, karakter orangnya, dll.

 

ilmu bahasa

seseorang dengan kemampuan multi bahasa bukan lagi sesuatu yang asing di dunia ini. interaksi sosial manusia sudah melibatkan banyak orang bahkan sampai skala dunia. bagaimana kita bisa berinteraksi dengan baik jika bahasanya berbeda (ora mudeng, klo orang jawa bilang).

 

terlebih lagi dalam upaya mentransformasi sebuah masyarakat menjadi lebih baik, penguasaan bahasa masyarakat tersebut menjadi sesuatu yang penting.

 

ilmu sains dan teknologi

pengembangan masyarakat menjadi lebih baik rasanya sulit terpisahkan dari peran ilmu pengetahuan dan teknologi. oleh karena itu penguasaan iptek menjadi hal yang tak boleh dilewatkan. setelah keempat bidang keilmuan di atas terkuasai, maka iptek adalah solusi untuk membuat tatanan masyarakat yang maju. kita telah menyaksikan sendiri dalam catatan sejarah bagaimana bangsa-bangsa yang besar telah menghasilkan banyak karya agung yang merupakan buah karya kemajuan teknologi di zamannya.

 

harmonisasi kelima bidang keilmuan tersebut merupakan ramuan jitu dalam proses transformasi masyarakat menjadi lebih baik.

terinspirasi dari Dr. Yusuf Qardawi, dengan sedikit perubahan (sedikit aja)…

 

Posted in self development | Leave a comment